threewords.me — Luncurkan dahulu, rencanakan belakangan

Minggu lalu TechCrunch meliput threewords.me, sebuah situs yang mengajak teman-teman kita untuk memilih 3 kata untuk menggambarkan diri kita. threewords.me diciptakan oleh Mark Bao, murid SMU berusia 18 tahun yang tinggal di Boston, Massachusetts (USA). Ketika artikel TechCrunch tersebut diturunkan, Mark Bao sedang kebingungan karena popularitas threewords.me melonjak di luar dugaan dan server yang dipakai kewalahan mengimbangi permintaan pengunjung. Melihat kepopuleran threewords.me, Mark Bao juga kemudian meminta pendapat komunitas Hacker News mengenai apa yang dapat ia lakukan sebagai langkah berikutnya.

Informasi tentang Mark Bao dalam membuat threewords.me dapat dibaca melalui tautan-tautan di atas. Saya sendiri melihat ada beberapa hal yang sangat menarik yang bisa diambil dari pengalaman ini.

Semua orang — tua dan muda — bisa membangun dan menjadi entrepreneur

Mark Bao adalah seorang imigran dari China yang sudah menjadi tech entrepreneur sejak berumur 14 tahun. Saat ini, title resminya adalah President dan CEO dari Avecora, perusahaan yang membangun “next-generation mobile devices”. Prestasinya hebat, tetapi Mark Bao bukan kasus yang unik. Banyak contoh remaja yang menjadi tech entrepreneur seperti Daniel Brusilovsky, Ben Casnocha (yang menuliskan pengalamannya sebagai entrepreneur berusia 12 tahun di buku My Startup Life) dan Jessica Mah. Di Indonesia ada contoh Nafi dari Hexacreative yang pernah diliput TeknoJurnal.

Para entrepreneur muda tersebut tidak mungkin bisa sukses tanpa dukungan dan bimbingan orang tuanya. Inilah pentingnya lingkungan yang menunjang. Umumnya orang tua membesarkan anak-anaknya untuk sekolah, masuk universitas, kemudian baru mencari pekerjaan dengan gaji yang baik. Tapi sebenarnya di masa ini, sangat mungkin bagi seorang anak untuk memulai usaha sendiri dari umur yang muda (saya malah melihat banyak kurikulum sekolah yang sudah tidak cocok lagi di era informasi ini).

Living in the cloud is good

Mark Bao memulai threewords.me dengan membayar $39.95/bulan untuk sebuah konfigurasi virtual server. Meskipun pada awalnya konfigurasi ini cukup masuk akal, tetapi popularitas yang diluar dugaan memaksa threewords.me untuk dipindahkan ke platform lain. Pilihan jatuh pada Duostack, solusi cloud platform dengan autoscaling (kapasitas otomatis bertambah sesuai dengan beban yang diterima). Tidak jelas berapa biaya yang dikenakan untuk solusi ini karena Duostack masih dalam tahap private beta, tetapi tampaknya threewords.me sudah jauh lebih stabil sekarang. 

Just do it

Bukan hanya threewords.me dimulai tanpa model bisnis, situs ini dimulai tanpa rencana yang jelas. Mark Bao bisa membuat threewords.me karena dia tahu programming dan punya sedikit uang (untuk biaya hosting dan domain name). Realitanya, di tahun 2010, tidak banyak modal yang diperlukan untuk membuat sebuah situs seperti threewords.me. Mungkin modal yang paling penting di awal hanyalah ide. Selebihnya hanya kemauan dan kerja keras. Apakah ide kita akan berhasil? Who knows. Kalau gagalpun bukan bencana. Tetapi kalau berhasil, bisa wow hasilnya.  

Oh ya, profile saya di threewords.me dapat dilihat di http://threewords.me/dregar. Feel free to describe me in 3 words. Go crazy :-).

posted 1 year ago | Permatime

blog comments powered by Disqus