In 2000 “never heard of it” meant pass. In 2014, if there’s something I’ve never heard of, my heart quickens as I go to download the app, visit the URL, buy the hardware, etc. “Never Heard of It, Must Not Be Big” Has Never Been More Wrong | LinkedIn
(via parislemon)

(via parislemon)

(Source: linxspiration)

10 Mitos tentang Pengelolaan IT

image

Saya baru membaca sebuah whitepaper dari Deloitte tentang mitos-mitos dalam pengelolaan IT. Whitepaper ini menarik karena saya melihat banyak perusahaan masih mengelola IT dengan konsep-konsep yang sudah tidak sesuai lagi saat ini. Penting bagi kita untuk mengulas apakah yang kita lakukan hari ini masih sesuai dengan kondisi lapangan dan trend ke depan.

Berikut ini ringkasannya:
  1. Mitos: Seorang Chief Information Officer (CIO) yang baik adalah juga seorang “chief technologist”.
    Kenyataan: CIO yang baik pertama-tama adalah seorang pemimpin bisnis. Dalam peran ini, CIO mengelola pelayanan teknologi untuk memberikan nilai tambah kepada perusahaan.
  2. Mitos: Strategi IT harus mengikuti strategi bisnis. 
    Kenyataan: Strategi IT dan strategi bisnis saling berkaitan. Maka, dalam pembuatan dan perencanaan strategi bisnis, CIO harus dilibatkan. 
  3. Mitos: Enterprise Architecture dilakukan oleh IT untuk IT.
    Kenyataan: Enterprise Architecture adalah sebuat aktifitas yang fokus kepada bisnis dan berusaha untuk meluruskan hasil IT terhadap hasil bisnis.
  4. Mitos: Biaya IT terlalu mahal.
    Kenyataan: Untuk menyimpulkan apakah biaya IT terlalu mahal atau tidak, diperlukan pemahaman terhadap apa persisnya biaya yang dikeluarkan dan kenapa biaya tersebut dikeluarkan. Ini bukan informasi yang mudah didapat karena biasanya terdapat banyak biaya IT yang “hidden” dan harus digali. Setelah itu, perlu adanya evaluasi apakah biaya IT tersebut memang didorong oleh aktifitas bisnis yang sesuai.
  5. Mitos: IT tidak membuat nilai bisnis. 
    Kenyataan: IT dapat memberikan nilai kepada perusahaan melalui pengurangan biaya keseluruhan dan dengan menciptakan produk atau layanan baru yang dapat meningkatkan pendapatan. Contoh: IT dapat membantu perusahaan untuk mengotomasi proses manual, membantu pembuatan keputusan dengan memberikan informasi yang cepat dan akurat, menambah kepuasan customer dengan inovasi, dan lain-lain.
  6. Mitos: IT harus membuat prioritas dan membuat keputusan terhadap investasi di IT.
    Kenyataan: Pemimpin-pemimpin Business Unit harus aktif berpartisipasi dalam memprioritisasi investasi di IT dan dalam melakukan IT governance. Kolaborasi antara bisnis dan IT harus terjadi sehingga investasi di IT terjadi sesuai dengan prioritas bisnis dan memperhitungkan strategi perusahaan, resiko bisnis, urgensi, dan aspek finansial.
  7. Mitos: Kinerja IT delivery adalah adalah sesuatu yang tidak dapat diukur.
    Kenyataan: Kinerja IT delivery dapat dan harus diukur terhadap hasil bisnis yang diciptakan.
  8. Mitos: Persaingan talent di IT adalah threat yang sangat besar.
    Kenyataan: Trend mengatakan bahwa IT akan bergerak dari sebuah unit pengembang dan pengelola teknologi menjadi unit yang membeli produk teknologi dan memfasilitasi penggunaannya. Keahlian dan peran dari orang-orang IT juga akan berubah. Misalnya, keahlian dalam software development akan  menjadi keahlian dalam relationship management. Technical leadership akan berubah menjadi leadership dalam change management. Maka, untuk memastikan tersedianya IT talent di saat yang dibutuhkan, perusahaan harus menggunakan pendekatan sumber daya manusia yang tepat. Misalnya bermitra dengan vendor di area-area tertentu, menerapkan cara baru dalam memotivasi karyawan, dan lain-lain.
  9. Mitos: Outsourcing (alih daya tenaga kerja) adalah sebuah solusi yang dapat diimplementasikan dengan cepat.
    Kenyataan: Implementasi oursourcing secara terburu-buru dapat menimbulkan kesulitan di jangka panjang. Perusahaan harus mengkaji dengan seksama bagian mana yang harus di-outsource, dan menstruktur kemitraan outsourcing sesuai dengan hasil bisnis yang ingin dicapai.
  10. Mitos: Transformasi perusahaan melalui implementasi sistem IT besar selalu gagal.
    Kenyataan: Implementasi sistim IT yang besar dan kompleks untuk melakukan transformasi memang tidak mudah. Tetapi sukses dapat dicapai dengan pendekatan yang benar, antara lain: adanya akuntabilitas, dukungan dan keikutsertaan dari pemangku kepentingan (stakeholder), penetapan scope yang tepat, business case yang kuat, dan pengelolaan vendor yang baik.

Apakah bedanya NFC dan BLE?

Teknologi mobile payment sedang berkembang dengan pesat dan 2 teknologi di area ini yang sering kita dengar adalah Near Field Communication (NFC) dan Bluetooth Low Energy (BLE). Banyak perangkat mobile (terutama dari platform Android) sudah diluncurkan dengan fitur NFC, dan beberapa peritel dan bank besar sudah mengimplementasikan metode pembayaran menggunakan NFC. NFC mungkin akan menjadi de facto standard pembayaran mobile di masa depan kalau juga didukung Apple. Namun sejak keluarnya iOS 7, jelas bahwa Apple memutuskan untuk mendukung teknologi lain, yaitu BLE.

Strictly speaking, NFC dan BLE sebenarnya bukan hanya dapat digunakan untuk mobile payment. Infographic di bawah ini menjelaskan perbedaan antara kedua teknologi ini.

BLE vs. NFC: The future of mobile consumer engagement now [infographic]
BLE vs. NFC [infographic]
Compliments of Retail Customer Experience

Miracles happen outside of the comfort zone. – View on Path.

Miracles happen outside of the comfort zone. – View on Path.

This is, after all, the natural way of technology. It’s defined by creative destruction. Just as the smartphone killed the flip phone, and the iPad is killing the traditional PC, something is going to come along and kill the smartphone.

The early bet on what kills the smartphone is something like Google Glass. Wearable computers are widely believed to be the next computing fad.

Could Apple’s Rumored iWatch Be an iPhone Killer?(http://www.entrepreneur.com/blog/225409)

What if the ATM is redesigned from the ground up (by wythtech)

If I survive the apocalypse and live in a Matrix-style world, I will want this technology (via Winscape virtual window makes the leap to Kinect in 4K-capable, 6-screen glory)

If authors of computer programming books wrote arithmetic textbooks (via Arithmetic for Beginners)

If authors of computer programming books wrote arithmetic textbooks (via Arithmetic for Beginners)